
Kamis, 20 Maret 2025 -- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) berkesempatan untuk dapat mendampingi Tim Proyek Kemitraan Publik-Swasta untuk Perbaikan Sistem Pemasaran dan Distribusi Produk Pertanian Fase 2 (IJHOP4-2) dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang bekerjasama dengan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian untuk dapat mendiseminasikan Panduan Proyek ini kepada wilayah Jawa Barat yang belum melaksanakan proyek tersebut.
Proyek IJHOP4-2 ini sendiri telah dilaksanakan di 6 (enam) kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung, Bandung Barat serta Kota Sukabumi. Di daerah-daerah tersebut, Tim IJHOP4-2 melakukan peningkatan kemitraan strategis melalui kerja sama dengan berbagai pelaku utama/usaha serta peningkatan kapasitas petani dan kelompok tani dalam melakukan kegiatan bisnis berorientasi pasar. Hal ini kemudian menghasilkan Panduan Proyek yang dapat menjadi acuan bagi stakeholders pertanian khususnya Pemerintah Daerah di Jawa Barat untuk dapat mereplikasi muatan yang ada di dalamnya. Sebagai salah satu sentra komoditas hortikultura, Kabupaten Kuningan dipilih menjadi wilayah yang diberikan diseminasi mengenai Panduan Proyek ini.
Rahmat Hidayat, selaku Kepala Bidang Penyuluhan pada Distanhorti, menyampaikan bahwa di dalam panduan proyek ini tertuang informasi penting mengenai hasil pelaksanan proyek ( lesson learned ), teknik membangun kemitraan pasar, hingga informasi teknis budidaya tanaman hortikultura bagi petani yang sangat bermanfaat bagi petani untuk disebarluaskan oleh para penyuluh pertanian. Sepaham dengan hal itu, Wahyu Hidayah selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan mengharapkan penyuluh pertanian di Kabupaten Kuningan dapat menyebarluaskan materi-materi di dalam panduan proyek ini dalam rangka mendorong peningkatan pendapatan petani serta menguatkan ketahanan pangan Kab. Kuningan, terutama dengan banyaknya komoditas hortikultura unggulan yang berpotensi di Kab. Kuningan.
Tim IJHOP4-2 yang dipimpin oleh Mr. Nishimura selaku ketua tim, Desti selaku Koordinator Proyek dan Gita selaku Koordinator Lapang menyampaikan bahwa proyek yang telah dilaksanakan selama 8 tahun terakhir yang bermula di tahun 2016 ini telah berhasil mencapai penguatan kapasitas petani dalam bisnis hortikukltura berorientasi pasar, serta menciptakan kemitraan strategis petani dengan perusahaan dan menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan. Iis Heny selaku Kepala Bidang Penyuluhan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menghimbau bagi para penyuluh pertanian yang hadir di pertemuan diseminasi ini untuk dapat mentransfer informasi dari kegiatan ini kepada para penyuluh lainnya dan tentunya kepada para petani yang tersebar di seluruh BPP di Kabupaten Kuningan.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sosialisasi serta pengenalan Panduan Proyek IJHOP4-2 oleh tim kepada para penyuluh pertanian yang hadir di tempat pertemuan, disusul dengan tanya jawab yang dipimpin oleh Dindin Syawaludin Pratama, selaku KJF Penyuluh Pertanian Distanhorti. Tanya jawab ini difasilitasi oleh narasumber para penyuluh pertanian dari daerah proyek IJHOP4-2, di antaranya Iman selaku penyuluh pertanian BPP Kertasari, Kab. Bandung dan Iwan selaku penyuluh pertanian BPP Ciwidey, Kab. Bandung. Secara umum, para penyuluh pertanian di Kabupaten Kuningan mengapresiasi seluruh tim yang terlibat baik dari IJHOP4-2, Distanhorti, maupun para penyuluh wilayah IJHOP4-2 atas inisiasinya untuk dapat mendiseminasikan Panduan Proyek ini sebagai sumber ilmu yang akan sangat bermanfaat bagi kemajuan pertanian, khususnya komoditas hortikultura, di Kabupaten Kuningan. Harapan para penyuluh, proyek ini dapat diimplementasikan baik melalui intervensi Pemerintah, maupun secara swadaya oleh para penyuluh pertanian.
Penulis: Kevin Derrian